Apa yang pertama sekali terlintas dalam fikiran penerbit sebelum 'melempar' media? Jawabannya adalah 'segmen'.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kita bisa dapati beberapa pengertian. Satu yang mengena adalah golongan/ kelompok.
Karena kita sedang membincangkan media, maka pengelompokan yang dimaksud ialah pembaca. Pengelompokan pembaca ini bisa dipilah berdasarkan usia, profesi, keyakinan, hobi, dan beberapa kategori lain.
Penentuan segmen bakal memudahkan pemasaran media. Dan juga 'memancing' pemasang iklan. Hukumnya, semakin besar pembaca/ pengunjung/ pemirsa, maka kue iklan akan semakin mengembang juga.
Jarang sebuah media mencakup banyak segmen pembaca. Terkhusus dalam media gereja. Benar bahwa perluasan segmen dapat dilakukan dengan memuat kolom-kolom tambahan di bidang (seperti): olah raga, bisnis, gaya hidup, dan lainnya.
Namun, kalangan pembaca sudah kadung haus berita ataupun informasi yang 'dalam.' Terlebih di era media online yang bertaburan bak pasir di tepi pantai.
![]() |
| media online yang kami bangun (bersama Istri): Renungan-Katolik.com |

0 komentar:
Posting Komentar