| praktik liputan -- wawancara dengan biarawati SOSFX tahun 2014 |
Kita telah menyiapkan hati serta tenaga untuk menjadi pewarta di
media Gereja. Namun ada baiknya kita akrab dengan beberapa istilah dalam dunia
media, yakni: Jurnalistik, Pers dan Publikasi yang merupakan
akar penting dalam dunia pewartaan. Guna memahami ketiga bagian tersebut dapat
ditelusur dari asal-usul kata (etimologi).
Secara etimologis, jurnalistik (journalistic, journalism) berakar
kata "jurnal" (Inggris), "du jour" (Prancis), dan lebih
jauh lagi ke zaman Romawi Kuno, yaitu "Acta Diurna". Pengertian
jurnal ialah laporan atau catatan. Du
Jour artinya hari atau catatan harian, sama dengan pengertian diurna.
Pada masa pemerintahan Kaisar Julius Caesar, Acta Diurna dibuat
sebagai pengumuman/ berita tentang pertukaran
pejabat istana, perpindahan pegawai, kunjungan resmi pejabat, undangan kaisar,
berita keluarga, upacara kerjaan, termasuk mengenai pertunjukan sirkus.
Perkembangan teknologi cetak oleh Guttenberg menandai era baru
penyebaran informasi melalui kertas. Di masa inilah kemudian populer istilah
Pers (dari bahasa Inggris, ‘press’) yang berarti ‘cetak’ atau ‘mencetak’.
Sebelum dibanjiri media elektronik dan
internet, istilah Pers sungguh lekat dengan media cetak (kertas). Namun kini,
istilah tersebut diperbaharui sesuai dengan peran utama-nya: media untuk
publikasi (penyebaran/ penyampaian) berita.
Referensi:
Buku “Memulai &
Mengelola Media Gereja dalam terang Inter Mirifica” karya R. Masri Sareb Putra.
0 komentar:
Posting Komentar